Hukum Memakai Cadar

Category : Hot News
Hukum Memakai Cadarby Iton.Hukum Memakai CadarHukum Memakai Cadar>> Bagaimana Hukum Memakai Cadar, Apakah hukum Cadar Di sunnnahkan? Adakah Landasan Hukum Memakai Cadar bagi para Wanita wanita Muslim. Masalah kewajiban memakai cadar bagi para Wanita wanita Muslim sebenarnya tidak disepakati oleh para ulama. Maka wajarlah bila kita sering mendapati adanya sebagian ulama yang mewajibkannya dengan didukung dengan sederet dalil dan hujjah. […]
Hukum-Memakai-Cadar

Hukum Memakai Cadar>> Bagaimana Hukum Memakai Cadar, Apakah hukum Cadar Di sunnnahkan? Adakah Landasan Hukum Memakai Cadar bagi para Wanita wanita Muslim.

Masalah kewajiban memakai cadar bagi para Wanita wanita Muslim sebenarnya tidak disepakati oleh para
ulama. Maka wajarlah bila kita sering mendapati adanya sebagian ulama
yang mewajibkannya dengan didukung dengan sederet dalil dan hujjah.
Namun kita juga tidak asing dengan pendapat yang mengatakan bahwa cadar
itu bukanlah kewajiban. Pendapat yang kedua ini pun biasanya diikuti
dengan sederet dalil dan hujjah juga.

Dalam kesempatan ini, marilah kita telusuri masing-masing pendapat
itu dan berkenalan dengan dalil masing-masing. Sehingga kita bisa
memiliki wawasan dalam memasuki wilayah ini bukan mencari titik
perbedaan dan berselisih pendapat, melainkan untuk memberikan gambaran
yang lengkap tentang dasar kedua pendapat ini. Agar kita bisa berbaik
sangka dan tetap menjaga hubungan baik dengan kedua belah pihak.

  1. Kalangan yang Mewajibkan Cadar
    Mereka yang mewajibkan setiap wanita untuk menutup muka berangkat dari pendapat bahwa wajah itu bagian dari aurat wanita yang wajib ditutup dan haram dilihat oleh lain jenis non mahram.

    Dalil-dalil yang mereka kemukakan antara lain: 

    1. Surat Al-Ahzab: 59
      Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu
      dan isteri-isteri orang mu`min, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
      ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
      untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
      Pengampun lagi Maha Penyayang.

      Ayat ini adalah ayat yang paling utama dan paling sering dikemukakan
      oleh pendukung wajibnya niqab. Mereka mengutip pendapat para mufassirin
      terhadap ayat ini bahwa Allah mewajibkan para wanita untuk menjulurkan
      jilbabnya keseluruh tubuh mereka termasuk kepala, muka dan semuanya,
      kecuali satu mata untuk melihat. Riwayat ini dikutip dari pendapat Ibnu
      Abbas, Ibnu Mas`ud, Ubaidah As-Salmani dan lainnya, meskipun tidak ada
      kesepakatan di antara mereka tentang makna `jilbab` dan makna
      `menjulurkan`.

      Namun bila diteliti lebih jauh, ada ketidak-konsistenan nukilan
      pendapat dari Ibnu Abbas tentang wajibnya niqab. Karena dalam tafsir di
      surat An-Nuur yang berbunyi , Ibnu Abbas justru berpendapat sebaliknya.

      Para ulama yang tidak mewajibkan niqab mengatakan bahwa ayat ini sama
      sekali tidak bicara tentang wajibnya menutup muka bagi wanita, baik
      secara bahasa maupun secara `urf . Karena yang diperintahkan jsutru
      menjulurkan kain ke dadanya, bukan ke mukanya. Dan tidak ditemukan ayat
      lainnya yang memerintahkan untuk menutup wajah.

    2. Surat An-Nuur: 31
      Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya.

      Menurut mereka dengan mengutip riwayat pendapat dari Ibnu Mas`ud
      bahwa yang dimaksud perhiasan yang tidak boleh ditampakkan adalah wajah,
      karena wajah adalah pusat dari kecantikan. Sedangkan yang dimaksud
      dengan `yang biasa nampak` bukanlah wajah, melainkan selendang dan baju.

      Namun riwayat ini berbeda dengan riwayat yang shahih dari para
      shahabat termasuk riwayat Ibnu Mas`ud sendiri, Aisyah, Ibnu Umar, Anas
      dan lainnya dari kalangan tabi`in bahwa yang dimaksud dengan `yang biasa
      nampak darinya` bukanlah wajah, tetapi al-kuhl dan cincin. Riwayat ini
      menurut Ibnu Hazm adalah riwayat yang paling shahih.

    3. Surat Al-Ahzab: 53
      Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka, maka mintalah dari
      belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati
      mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak mengawini
      isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan
      itu adalah amat besar di sisi Allah.

      Para pendukung kewajiban niqab juga menggunakan ayat ini untuk
      menguatkan pendapat bahwa wanita wajib menutup wajah mereka dan bahwa
      wajah termasuk bagian dari aurat wanita. Mereka mengatakan bahwa meski
      khitab ayat ini kepada istri Nabi, namun kewajibannya juga terkena
      kepada semua wanita mukminah, karena para istri Nabi itu adalah teladan
      dan contoh yang harus diikuti.

      Selain itu bahwa mengenakan niqab itu alasannya adalah untuk menjaga
      kesucian hati, baik bagi laki-laki yang melihat ataupun buat para istri
      nabi. Sesuai dengan firman Allah dalam ayat ini bahwa cara yang demikian
      itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka .

      Namun bila disimak lebih mendalam, ayat ini tidak berbicara masalah
      kesucian hati yang terkait dengan zina mata antara para shahabat
      Rasulullah SAW dengan para istri beliau. Kesucian hati ini kaitannya
      dengan perasaan dan pikiran mereka yang ingin menikahi para istri nabi
      nanti setelah beliau wafat. Dalam ayat itu sendiri dijelaskan agar
      mereka jangan menyakiti hati nabi dengan mengawini para janda istri
      Rasulullah SAW sepeninggalnya.

      Ini sejalan dengan asbabun nuzul ayat ini yang menceritakan bahwa ada shahabat yang ingin menikahi Aisyah ra. bila kelak Nabi wafat. Ini tentu sangat menyakitkan perasaan nabi.

      Adapun makna kesucian hati itu bila dikaitkan dengan zina mata antara
      shahabat nabi dengan istri beliau adalah penafsiran yang terlalu jauh
      dan tidak sesuai dengan konteks dan kesucian para shahabat nabi yang
      agung.

      Sedangkan perintah untuk meminta dari balik tabir, jelas-jelas
      merupakan kekhusususan dalam bermuamalah dengan para istri Nabi. Tidak
      ada kaitannya dengan `al-Ibratu bi `umumil lafzi laa bi khushushil
      ayah`. Karena ayat ini memang khusus membicarakan akhlaq pergaulan
      dengan istri nabi. Dan mengqiyaskan antara para istri nabi dengan
      seluruh wanita muslimah adalah qiyas yang tidak tepat, qiyas ma`al-fariq. Karena para istri nabi memang memiliki standar akhlaq yang khusus. Ini ditegaskan dalam ayat Al-Quran.

      `Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah
      orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang
      baik.

    4. Hadits Larang Berniqab bagi Wanita Muhrim
      Para pendukung kewajiban menutup wajah bagi muslimah menggunakan
      sebuah hadits yang diambil mafhum mukhalafanya, yaitu larangan
      Rasulullah SAW bagi muslimah untuk menutup wajah ketika ihram.

      “Janganlah wanita yang sedang berihram menutup wajahnya dan memakai sarung tangan”.

      Dengan adanya larangan ini, menurut mereka lazimnya para wanita itu
      memakai niqab dan menutup wajahnya, kecuali saat berihram. Sehingga
      perlu bagi Rasulullah SAW untuk secara khusus melarang mereka.
      Seandainya setiap harinya mereka tidak memakai niqab, maka tidak mungkin
      beliau melarangnya saat berihram.

      Pendapat ini dijawab oleh mereka yang tidak mewajibkan niqab dengan
      logika sebaliknya. Yaitu bahwa saat ihram, seseorang memang dilarang
      untuk melakukan sesuatu yang tadinya halal. Seperti memakai pakaian yang
      berjahit, memakai parfum dan berburu. Lalu saat berihram, semua yang
      halal tadi menjadi haram.
      Kalau logika ini diterapkan dalam niqab, seharusnya memakai niqab itu hukumnya hanya sampai boleh dan bukan wajib. Karena semua larangan dalam ihram itu hukum asalnya pun boleh dan bukan wajib. Bagaimana bisa sampai pada kesimpulan bahwa sebelumnya
      hukumnya wajib?

      Bahwa ada sebagian wanita yang di masa itu menggunakan penutup wajah,
      memang diakui. Tapi masalahnya menutup wajah itu bukanlah kewajiban.
      Dan ini adalah logika yang lebih tepat.

    5. Hadits bahwa Wanita itu Aurat
      Diriwayatkan oleh At-Tirmizy marfu`an bahwa :

      “Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya”.

      Menurut At-turmuzikedudukan hadits ini hasan shahih. Oleh para pendukung pendapat ini maka seluruh tubuh wanita itu adalah aurat, termasuk wajah, tangan, kaki dan semua bagian tubuhnya. Pendapat ini juga dikemukakan oleh sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah dan Al-Hanabilah.

    6. Mendhaifkan Hadits Asma`
      Mereka juga mengkritik hadits Asma` binti Abu Bakar yang berisi
      bahwa, Seorang wanita yang sudah hadih itu tidak boleh nampak bagian
      tubuhnya kecuali ini dan ini Sambil beliau memegang wajah dan telapak
      tangannya.

  2. Kalangan yang Tidak Mewajibkan Cadar
    Sedangkan mereka yang tidak mewajibkan cadar berpendapat bahwa wajah
    bukan termasuk aurat wanita. Mereka juga menggunakan banyak dalil serta
    mengutip pendapat dari para imam mazhab yang empat dan juga pendapat
    salaf dari para shahabat Rasulullah SAW.
    1. Ijma` Shahabat
      Para shahabat Rasulullah SAW sepakat mengatakan bahwa wajah dan tapak
      tangan wanita bukan termasuk aurat. Ini adalah riwayat yang paling kuat
      tentang masalah batas aurat wanita.
    2. Pendapat Para Fuqoha bahwa Wajah Bukan termasuk Aurat Wanita.
      Al-Hanafiyah mengatakan tidak dibenarkan melihat wanita ajnabi yang
      merdeka kecuali wajah dan tapak tangan. Bahkan Imam Abu Hanifah ra.
      sendiri mengatakan yang termasuk bukan aurat adalah wajah, tapak tangan
      dan kaki, karena kami adalah sebuah kedaruratan yang tidak bisa
      dihindarkan.

      Al-Malikiyah dalam kitab `Asy-Syarhu As-Shaghir` atau sering disebut
      kitab Aqrabul Masalik ilaa Mazhabi Maalik, susunan Ad-Dardiri dituliskan
      bahwa batas aurat waita merdeka dengan laki-laki ajnabi adalah seluruh
      badan kecuali muka dan tapak tangan. Keduanya itu bukan termasuk aurat.

      Asy-Syafi`iyyah dalam pendapat As-Syairazi dalam kitabnya `al-Muhazzab`, kitab di kalangan mazhab ini mengatakan bahwa wanita merdeka itu seluruh badannya adalah aurat kecuali wajah dan tapak tangan.

      Dalam mazhab Al-Hanabilah kita dapati Ibnu Qudamah berkata kitab
      Al-Mughni 1: 1-6,`Mazhab tidak berbeda pendapat bahwa seorang wanita
      boleh membuka wajah dan tapak tangannya di dalam shalat

      Daud yang mewakili kalangan zahiri pun sepakat bahwa batas aurat wanita
      adalah seluruh tubuh kecuai muka dan tapak tangan. Sebagaimana yang
      disebutkan dalam Nailur Authar. Begitu juga dengan Ibnu Hazm
      mengecualikan wajah dan tapak tangan sebagaiman tertulis dalam kitab
      Al-Muhalla.

    3. Pendapat Para Mufassirin
      Para mufassirin yang terkenal pun banyak yang mengatakan bahwa batas aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Mereka antara
      lain At-Thabari, Al-Qurthubi, Ar-Razy, Al-Baidhawi dan lainnya. Pendapat
      ini sekaligus juga mewakili pendapat jumhur ulama.
    4. Dhai`ifnya Hadits Asma Dikuatkan oleh Hadits Lainnya
      Adapun hadits Asma` binti Abu Bakar yang dianggap dhaif, ternyata tidak
      berdiri sendiri, karena ada qarinah yang menguatkan melalui riwayat
      Asma` binti Umais yang menguatkan hadits tersebut. Sehingga ulama modern
      sekelas Nasiruddin Al-Bani sekalipun meng-hasankan hadits tersebut
      sebagaimana tulisan beliau `hijab wanita muslimah`, `Al-Irwa`, shahih
      Jamius Shaghir dan `Takhrij Halal dan Haram`.
    5. Perintah Kepada Laki-laki untuk Menundukkan Pandangan.
      Allah SWt telah memerintahkan kepada laki-laki untuk menundukkan pandangan . Hal itu karena para wanita muslimah memang tidak diwajibkan untuk menutup wajah mereka.
      Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: `Hendaklah mereka
      menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu
      adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
      yang mereka perbuat.

      Dalam hadits Rasulullah SAW kepada Ali ra. disebutkan bahwa,
      Janganlah kamu mengikuti pandangan pertama dengan pandangan
      berikutnya. Karena yang pertama itu untukmu dan yang kedua adalah
      ancaman/dosa.

      Bila para wanita sudah menutup wajah, buat apalagi perintah
      menundukkan pandangan kepada laki-laki. Perintah itu menjadi tidak
      relevan lagi.

Baca Juga Tulisan tengan Alasan Wanita Muslimah Menganakan Jilbab. Semoga bermanfaat.

Demikan, sekali lagi ini bukan mencari titik
perbedaan dan berselisih pendapat, melainkan untuk memberikan gambaran
yang lengkap tentang dasar kedua pendapat ini. Agar kita bisa berbaik
sangka dan tetap menjaga hubungan baik dengan kedua belah pihak. Hukum Memkai Cadar wanita-wanita muslim

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
sumber : http://blog.re.or.id/bagaimana-hukum-memakai-cadar.htm

Incoming search terms:

  • ngentot istri ustad
  • wanita india sedang telanjang
  • wanita bersuami telanjang bulat sedang selingkuh
  • cadar bugil
  • wanita stw menggairahkan
  • wanita bersuami bugil lagi ngentot
  • photo wanita bugil lg mesum di amerika
  • poto ngentot keadaan hamil tua
  • filembep jerma dcom
  • cutaritelanjang

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts